11 Gejala Leukimia yang Sering Terabaikan, Dari Sesak Napas Hingga Muncul Memar Tiba-Tiba Seperti Ini

via tribunnews.com

Penyanyi Denada mengungkapkan kepada salah satu program TV bahwa putrinya yang baru berusia 5 tahun ini harus mengidap penyakit leukimia. “Dia didiagnosa dengan leukimia,” ujar Denada sambil menitikkan air mata. Denada pun menceritakan sudah selama 1,5 bulan ini sang putri menjalani treatment di salah satu rumah sakit di Singapura.

Leukimia salah satu jenis kanker darah mematikan yang bisa menyerang siapa pun, termasuk anak kecil usia 3-5 tahun. Sekali pun kamu tidak memiliki garis keturunan penderita leukimia, bukan berarti terbebas dari penyakit ini.

Melansir dari tribunnews.com, leukimia adalah kanker darah dan sumsum tulang, keganasan yang menyebabkan produksi abnormal sel-sel darah tertentu. Ketika sel-sel darah yang tidak sehat mengaliri sel-sel sehat, fungsi darah mulai terputus.

Terlepas dari bagaimana mematikannya penyakit ini, namun jika kamu memiliki 11 gejala berikut ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Berikut adalah gejala halus dari leukimia yang umumnya diabaikan dan kini harus diwaspadai:

1. Kelelahan dan sering merasa lemas

Kelelahan dan merasa lemas adalah gejala leukemia yang paling umum, menurut Mark Levis, MD, PhD, direktur program leukemia di Pusat Kanker Komprehensif Johns Hopkins Sidney Kimmel. Tanda-tanda ini sering disebabkan oleh anemia (kekurangan sel darah merah), yang hanya menambah kelelahan fisik.

Namun gejala ini jangan pernah diabaikan. Dalam kasus-kasus kronis dan akut, kamu mungkin mengalami kisaran mulai dari kelelahan ringan hingga kelemahan fisik yang ekstrem. Tetapi dalam semua kasus, gejalanya semakin memburuk dari waktu ke waktu.

2. Sesak napas

Ketika si penderita terlihat semakin lemah dan lelah, mereka juga dapat mengalami sesak napas. “Mereka terengah-engah, mereka kehabisan nafas,” kata Dr. Levis.

“Berjalan melintasi ruangan mungkin sulit.”

Sesak napas juga bisa menjadi gejala kanker paru-paru.

3. Memar yang tiba-tiba namun tak cepat menghilang

Memar yang terjadi tiba-tiba tanpa trauma fisik dapat menjadi salah satu gejala leukemia. Hal tersebut dijelaskan Pamela Crilley, DO, ketua departemen onkologi medis di Pusat Perawatan Kanker Amerika dan kepala onkologi medis di Pusat Medis Regional Timur.

Memar yang tidak biasa adalah hasil dari jumlah trombosit atau pembekuan darah yang rendah, jelas Dr. Levis. “Anda akan memar secara spontan, sepertinya tidak melakukan apa-apa,” katanya.

“Ini bisa di mana saja, tetapi biasanya mereka berada di ekstremitas-kaki dan lengan.”

4. Perdarahan yang tidak biasa

Dr. Crilley menjelaskan bahwa mimisan yang tidak biasa atau pendarahan di gusi, usus, paru-paru, atau kepala mungkin merupakan tanda kekurangan trombosit dan masalah pembekuan, yang dapat menunjukkan bentuk akut leukimia.

5. Petechiae (bintik-bintik merah kecil di bawah kulit yang disebabkan oleh perdarahan)

Dr. Crilley menjelaskan petechiae sebagai: “seperti seseorang melukis titik merah kecil dengan pulpen.” Bintik-bintik itu, yang mungkin tidak kamu perhatikan karena ukurannya. Bintink-bintik ini juga tidak menimbulkan rasa sakit, dan penempatannya terletak di ekstremitas bawah.

Namun ternyata bintik-bintik ini menunjukkan jumlah trombosit yang rendah dan merupakan salah satu dari gejala leukemia. Menurut Dr. Levis, petechiae biasanya ditemukan di sekitar pergelangan kaki karena gravitasi menghasilkan akumulasi cairan tubuh di kaki bawah sepanjang hari.

6. Gusi membengkak dan membesar

Gusi membengkak yang juga dikenal sebagai hiperplasia gingiva, biasanya hanya ditemukan pada sebagian kecil pasien leukimia akut. Namun gejala ini adalah salah satu gejala leukimia yang paling jelas. “Jika Anda memiliki pasien dengan leukimia, Anda selalu melihat di mulut mereka untuk melihat apakah gingiva semakin membesar,” kata Dr. Crilley.

7. Merasa kenyang atau kembung

Salah satu tanda jenis leukimia kronis dan akut adalah pembesaran limpa, yang dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Kamu mungkin memiliki apa yang disebut “kekenyangan awal,” menurut Dr. Crilley. “Pasien makan sedikit makanan, mereka merasa cepat kenyang karena limpa mendorong ke atas perut,” katanya.

8. Darah sukar membeku

Leukimia terjadi karena sel darah putih yang belum matang mengacaukan trombosit darah yang penting untuk proses pembekuan darah. Hal ini yang membuat pasien leukimia sering pengalami perdarahan.

Umumnya jika seseorang terluka, maka darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah pun akan segera berhenti. Namun jika yang terluka dan berdarah adalah penderita leukimia, maka aliran darah akan sangat sulit dihentikan. Jika dilihat, darah yang dikeluarkan pun tidak berwarna merah pekat, melainkan berwarna merah muda.

9. Rentan terkena infeksi

Leukimia terjadi karena sel darah putih yang abnormal, akibatnya berbagai macam kuman yang menyerang tubuh tidak bisa dilawan oleh sel darah putih. Hal ini membuat tubuh jadi rentan terkena infeksi dan sering mengalami demam.

Umumnya, demam pada leukimia sering terjadi dan berlangsung selama beberapa hari dengan kenaikan suhu yang mencapai lebih dari 38 derajat celsius.

10. Nyeri sendi dan tulang

Selanjutnya, penderita leukimia biasanya sering merasakan nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang. Bahkan rasa nyeri yang luar biasa ini bisa membuat penderita mengalami demam tinggi. Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, penderita leukimia juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati atau limpa mengalami pembengkakan.

11. Anemia

Anemia adalah salah satu gejala leukimia. Pasalnya anemia terjadi karena seseorang kekurangan sel darah merah. Oleh sebab itu, penderita leukimia umumnya mengalami anemia yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, warna kulit pucat, lemah, letih, dan lesu.

Diagnosis dan pengobatan leukimia

Jika Anda atau pun orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala diatas, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Terlebih jika Anda mengalami gejala yang sering kambuh dan tidak kunjung membaik dalam waktu yang lama.

Pada tahap awal pengobatan, umumnya dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami. Lalu untuk memastikan lebih lanjut, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan labolatorium seperti tes darah dan biopsi dengan melakukan sampel pada sumsum tulang belakang.

Pada dasarnya, pengobatan ini tergantung pada jenis leukimia yang dialami, usia pasien, dan keadaan kesehatannya. Agar bisa mendapatkan perawatan yang paling efektif, pasien harus mendapatkan perawatan intensif dan terpusat di mana dokter yang menangani memang benar-benar memiliki pengalaman dan terlatih dalam merawat pasien leukemia.

Pengobatan dini leukimia akan memperkecil risiko seseorang terkena kanker darah stadium lanjut.

Loading...