5 Fakta Kematian Ferin Anjani, SPG Cantik yang Ditemukan Tewas Hangus Terbakar di Hutan Blora

via: tribunnews.com

Jasad sesosok wanita yang ditemukan hangus terbakar di sebuah hutan jati di Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Blora, pada Rabu (1/8/2018) pagi akhirnya terungkap identitasnya. Belakangan diketahui bahwa jasad wanita itu adalah Ferin Anjani (21), SPG cantik yang dikabarkan hilang.

Dari keterangan Suparjo yang merupakan Kepala Desa Sendang Wates, pertama kali jasad tersebut ditemukan oleh seorang warga sekitar pukul 06.30 WIB. Mengetahui hal itu, akhirnya dia mendatangi lokasi jasad ditemukan. Suparjo tekejut saat melihat jasad dalam keadaan menelungkup.

Dari hasil olah TKP, jasad diperkirakan berusia 20 tahun. Pada Selasa (7/8/2018) diketahui bahwa mayat hangus terbakar tersebut adalah Ferin Diah Anjani (21). Dikutip dari Grid.ID, berikut 5 fakta Ferin Anjani, wanita yang ditemukan tak bernyawa di hutan jati Blora.

1. Berprofesi sebagai SPG Event

Ferin adalah putri pasangan Kiswati dan Warso, warga Perum PGRI, Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang, Kabupaten Semarang. Gadis 21 tahun itu berprofesi sebagai seorang SPG Event. Ferin terakhir mengunggah foto di Instagram pada 29 Juni 2018 namun menutup kolom komentarnya.

Pada unggahan terakhirnya, ia menuliskan Let go of the illusion that it could have been any different . (Lepaskan ilusi yang itu bisa membuat berbeda). Ungkapan bela sungkawa pun diberikan oleh para netizen dan kerabatnya melalui media sosial.

2. Dibunuh teman kencan

Tak lama setelah pengungkapan identitas mayat Ferin, polisi kemudian menetapkan seorang tersangka berinisial KAW (31), yang tidak lain adalah teman kencan korban. Pria kelahiran Blora dan menetap di Semarang itu diringkus di tempat kerjanya, sebuah hotel di kota Lunpia pada Senin (6/8) pukul 22.30.

“Tidak lebih dari 24 jam setelah identitas korban diketahui, tersangka langsung diringkus oleh anggota Satreskrim Polres Blora dengan dukungan Jatanras Polda Jateng,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja saat dihubungi, Selasa (7/8).

Tersangka kini masih menjalani penyelidikan lebih lanjut di Polres Blora. Hal itu karena ada dugaan pada tahun 2011 tersangka juga pernah melakukan tindakan dengan kronologis yang sama namun tidak terungkap.

Dihubungi terpisah Kapolres Blora AKBP Saptono memaparkan dugaan awal SPG berwajah cantik itu diajak berkencan oleh tersangka di sebuah kamar hotel di Semarang. Setelah melakukan persetubuhan tersangka kemudian membuat korban tidak sadar.

Di saat itulah tersangka membunuh dengan cara mencekik korban. Untuk menghilangkan jejak korban dibakar di hutan Jati di wilayah Blora. Luka bakar juga disebut hampir seratus persen hingga membuat jenazah sulit diidentifikasi.

3. Berhasil diidentifikasi berkat anting dan gigi kelinci

Kondisi jenazah Ferin yang hangus terbakar, sempat menyulitkan proses identifikasi. Beruntung polisi yang melakukan penyelidikan menemukan anting dan gigi kelinci korban. Dua barang bukti tersebut kemudian digunakan untuk mencari identitas korban.

Dari hasil pencocokan laporan kehilangan di Polrestabes Semarang, keluarga korban mengenali anting dan foto gigi Ferin.

4. Pamit pergi sebentar

Ibunda korban, Kiswati saat ditemui di rumahnya, menjelaskan terakhir bisa kontak dengan putrinya pada tanggal 31 Juli lalu. Saat itu malam hari, Ferin pamit ke teman kosnya akan keluar bertemu dengan teman lelakinya.

“Saya dikabari teman kosnya di Siliwangi Residence dia keluar menggunakan taksi online, katanya tidak lama akan balik lagi, keluar cuma sebentar,” terang Kiswati.

Ia pergi sekitar pukul 20.00, namun pada pukul 22.00 ponselnya sudah tidak bisa dihubungi. Kiswati kemudian menunggu kabar anaknya hingga tanggal 2 Agustus. Tak kunjung mendapat kabar, hari itu ia kemudian memutuskan untuk membuat laporan kehilangan anak ke SPKT Polrestabes Semarang.

“Setelah laporan itu saya juga sempat buka berita lewat HP, ada mayat ditemukan di Blora, saya nggak nyangka kalau itu anak saya,” bebernya.

Beberapa hari setelahnya, atau tepatnya Minggu (5/8) ia mendapat telepon dari Kanit Reskrim Polsek Kunduran, Blora. Anggota polisi itu menunjukkan barang bukti anting dan gigi kelinci korban. “Saya yakin betul itu anting anak saya giginya juga saya yakin betul,” bebernya.

Sehari setelahnya ia menjalani tes DNA untuk memastikan dan hasilnya memang cocok. Ia pun syok, tidak menyangka anaknya meninggal dengan cara yang tragis. Ia bahkan tidak mengenal siapa teman Ferin yang tega melakukan pembunuhan keji tersebut.

“Nggak kenal, saya tanya teman-temannya juga nggak ada yang kenal,” tegasnya.

5. Pelaku pembunuhan telah melakukan hal yang sama sebelumnya

Pelaku berinisiak KAW diduga pernah melakukan aksi pembunuhan dengan kronologi yang sama pada tahun 2011 lalu namun tak terungkap. Dihubungi terpisah Kapolres Blora AKBP Saptono memaparkan dugaan awal Ferin diajak berkencan oleh tersangka di sebuah kamar hotel di Semarang.

“Dari hasil pengembangan tersangka mengaku tindak pembunuhan tersebut bukan kali pertama dilakukan.

Pada 2011 yang lalu dia juga melakukan tindakan (pembunuhan) dengan modus dan kronologis yang hampir sama, korbannya juga wanita,” imbuh Saptono. Saat ini kepolisian telah membuka data lama dan berkoordinasi dengan seluruh Polres untuk mengungkap kejadian lain yang diakui pelaku.

Loading...