5 Fakta Soal Gagalnya Pernikahan LGBT di Purworejo, Nomor 4: Ternyata Mereka Sudah Pacaran 7 Tahun!

Gagal sudah pasangan LGBT ini melangsungkan pernikahan. Penyebabnya adalah karena keluarga calon pengantin wanita yang tinggal di Desa Sidoleren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu merasa curiga dengan pengantin pria. Kecurigaan keluarga Wilis Setyowati (26) ini, disebabkan oleh 2 hal.

Bentuk fisik calon pengantin laki-laki yang bernama Pratama, terlihat beda. Hal lain yang membuat keluarga curiga terhadap pratama, soal suaranya yang tidak seperti suara laki-laki pada umumnya. Keluarga Wilis kemudian melaporkan Pratama ke kantor Polres Purworejo atas tuduhan pemalsuan identitas.

Laporan tersebut dikuatkan dengan hasil pemeriksaan tim medis puskemas setempat, yang sebelumnya telah dilakukan terhadap Pratama, sebagaimana dilansir dari Grid.ID. Dari berbagai sumber terkuak juga bebrapa fakta menarik soal si calon pengantin laki-laki ternyata adalah seorang wanita tulen.

1. Bukan Sekampung

Calon pengantin pria, bukan orang sekampung atau bahkan sedaerah dengan Wilis. Dalam pengakuannya pada keluarga calon mertuanya, Pratama mengaku dari dari Desa Binong Tangerang, Banten

2. Datang Sendiri

Diketahui, Pratama sudah ada di desa calon pengantin perempuan sejak beberapa hari lalu. Cukup mengherankan, Pratama datang sendiri untuk melakukan pernikahan.

3. Nama Sebenarnya

Pratama yang akhirnya diketahui berjenis kelamin perempuan, mau tak mau ungkap nama aslinya. Wanita warga berumur Desa Binong Tangerang, Banten memiliki nama asli Nova Aprida Avriani.

4. Sudah Lama Berhubungan

Sampai akhirnya nekat meresmikan hubungannya jadi suami istri, ternyata percintaan 2 perempuan ini nggak setahun dua tahun. Dari keterangan keluarga, ternyata Wilis dan Nova Aprida Avriani sudah pacaran selama 7 tahun.

5. Tuntutan Hukum

Pratama alias Nova Aprida Avriani, dilaporkan keluarga calon pengantin perempuan karena pemalsuan identitas. Tentang tindak pidana pemalsuan surat, pasalnya 263 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun kurungan badan.