5 Peristiwa Besar Yang Pernah Terjadi Pada 1 Januari, Dari Kecelakaan Pesawat Hingga Bom

Baru saja kita menginjak tahun baru 2018, tepatnya bukan Januari. Banyak harapan baru dan resolusi yang diharapkan bisa tercapai di tahun 2018 ini. Namun, dibalik begitu banyaknya harapan di tahun 2018, ternyata banyak peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi di bulan Januari.

Dilansir laman tribunnews.com, banyak peristiwa besar yang pernah terjadi di Indonesia pada 1 Januari. Tercatat ada dua kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpangnya. Berikut 5 peristiwa tersebut:

1. Pesawat Adam Air Jatuh, 2007

Adam Air 574 jurusan Jakarta-Surabaya-Manado, hilang setelah transit di Surabaya. Kotak hitam ditemukan di kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007. Seluruh penumpang 102 orang di dalamnya tewas.

Pada 25 Maret 2008, penyebab kecelakaan seperti yang diumumkan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu sistem navigasi inertial (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

2. Ledakan Bom, 2002

Terjadi serangkaian bom pada Tahun Baru 2002. Di Jakarta, bom granat meledak di depan rumah makan di daerah Jakarta Selatan pada pukul 3.30 WIB. Di Palu, Sulawesi Tengah, terjadi empat ledakan bom di empat gereja pada tanggal yang sama.

Dampak meledaknya bom di Jakarta Selatan mengakibatkan dua orang mengalami luka berat dan dua mobil rusak. Dampak ledakan bom di Palu mengakibatkan seorang anggota polisi, Baratu Yani Afianto, menjadi korban saat ia dan timnya berusaha menjinakkan bom tersebut, serta kerusakan bangunan lainnya.

3. Dua Pesawat Dakota DC-3 Tabrakan, 1966

Dua pesawat Dakota DC-3 milik Garuda Indonesia Airways (GIA), PK-GDU dan PK-GDE, bertabrakan di udara menjelang mendarat di Bandara Palembang dan jatuh di kawasan rawa di luar kota Palembang. Seluruh awak dan penumpangnya tewas.

4. Terbentuknya Provinsi Kalimantan Timur, 1957

Kalimantan Timur atau biasa disingkat Kaltim adalah sebuah provinsi Indonesia di Pulau Kalimantan bagian ujung timur yang berbatasan dengan Malaysia, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Sulawesi.

Luas total Kaltim adalah 129.066,64 kmĀ² dan populasi sebesar 3.6 juta. Kaltim merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk terendah keempat di nusantara. Ibukotanya Samarinda.

Kalimantan Timur sebelum mekar menjadi Kalimantan Utara merupakan provinsi terluas kedua di Indonesia setelah Papua, dengan luas 194.489 km persegi yang hampir sama dengan Pulau Jawa atau sekitar 6,8% dari total luas wilayah Indonesia.

Sebelumnya Kalimantan Timur merupakan salah satu karesidenan dari Provinsi Kalimantan. Sesuai aspirasi rakyat, sejak tahun 1956 wilayahnya dimekarkan menjadi tiga provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.

Pada tahun 2012, kembali terjadi pemekaran wilayah yang ditandai dengan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara.

5. Perang di Palembang, 1947

Setelah Perang Dunia II, Sekutu membonceng NICA ke Indonesia agar Belanda dapat kembali menguasai Indonesia. Konflik RI dan Belanda semakin tegang. Para pasukan RI, laskar dan rakyat berusaha mempertahankan Kemerdekaan yang telah dicapai pada 17 Agustus 1945.

Usaha untuk mencapai kepentingan Belanda berlanjut melalui pertempuran besar. Pertempuran besar yang menentukan antara lain Bandung Lautan Api, Pertempuran Ambarawa, Medan Area, Puputan Margarana dan lain-lain.

Di Sumatera Selatan pun terjadi pertempuran besar yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 1 hingga 5 Januari 1947.