5 Racun Berbahaya Ini Bisa Terkandung Dalam Alat Masak Yang Sudah Anda Gunakan

via: merdeka.com

Menjaga kesehatan tubuh tidak melulu melalui apa yang kita makan melainkan alat untuk membuat makanan tersebut. Banyak dari Anda munskin tidak pernah sadar bahwa alat masak yang sudah Anda gunakan ternyata mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh Anda sendiri.

Tidak bisa disangkal bahwa kadang wanita senang membeli alat masak hanya karena alasan ‘lucu’ baik dari segi warna maupun bentuk. Namun tahukah Anda bahwa bisa saja terkandung racun atau bahan kimia berbahaya di dalam alat masak yang Anda anggap ‘lucu’ karena penampilannya itu?

Seperti dilansir dari merdeka.com, inilah beberapa zat kimia dalam alat masak yang wajib untuk Anda waspadai.

1. Aluminium

Bahan kimia ini jamak ditemukan dalam aluminium foil atau aluminium lainnya di alat baking dan roasting. Menurut sebuah artikel dari Journal of Alzheimer’s Disease, kontaminasi zat ini dalam tubuh bisa meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan penyakit neurodegeneratif lainnya.

Itulah sebabnya kegiatan untuk memanggang makanan dengan aluminium foil patut untuk dipertimbangkan kembali. Memang benar bahwa ada aluminium yang aman untuk digunakan karena sudah melalui proses oksidasi. Namun tetap saja Anda harus mewaspadai aluminium yang belum teroksidasi.

Alternatif yang aman: kertas perkamen, kaca, atau wadah porselen.

2. Perfluorooctanoic Acid

Zat ini banyak ditemukan pada panci atau wajan anti lengket jenis tertentu. Kebanyakan wajan anti lengket yang dilapisi dengan teflon, juga dilapisi dengan zat ini. Asam perfluorooctanoic (PFOA) sering dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas hingga kenaikan berat badan.

The International Agency for Research on Cancer juga mengatakan bahwa zat ini bersifat karsinogenik pada tubuh manusia.

Alternatif yang aman: cast iron, kaca, atau stainless steel.

3. Bisphenol A (BPA)

BPA ditemukan dalam botol atau wadah berbahan plastik. Kontaminasi zat ini secara berlebihan di dalam tubuh terhubung pada peningkatan risiko kanker, penurunan fungsi otak, membahayakan jantung, hingga infertilitas. Sayangnya, plastik dengan kandungan BPA di dalamnya masih banyak ditemukan di pasaran.

Alternatif yang aman: kaca, kertas, atau food-grade steel.

4. Vinyl Chloride & Polyvinyl Chloride

Zat ini ditemukan pada kaleng, kresek makanan, hingga wadah penyimpanan makanan. Menurut National Institutes of Health Amerika, Polyvinyl Chloride dikenal dengan sifatnya yang karsinogenik.

Alternatif yang aman: wadah penyimpanan yang terbuat dari kaca atau silikon.

5. Polyethylene Terephthalate

Botol-botol soda tak luput dari bahan kimia ini di dalamnya. Zat ini bisa masuk ke dalam makanan atau minuman yang dikemas di dalam botol mengandung Polyethylene Terephthalate. Kontaminasinya berkaitan erat dengan sindrom metabolik, penyakit yang membuat peradangan dalam tubuh meningkat.

Alternatif yang aman: kaca dan plastik yang aman.

Loading...