7 Hal Aneh Tapi Nyata Yang Hanya Ditemukan di India, Salah Satunya Soal Aturan Kumis Polisi Yang Bikin Bengong!

India dikenal sebagai salah negara dengan populasi penduduk nomor 2 terbesar di dunia setelah China. Selain itu, India juga dikenal sebagai negara dengan industri film yang dikenal dengan sebutan Bollywood. Banyak hal menarik lainnya soal negara yang identik dengan Taj Mahal ini.

Anda mungkin belum pernah mendengar atau mengetahuinya. Nah, dikutip tribunnews.com, inilah 7 hal paling unik yang hanya bisa ditemukan di India. Penasaran kan?

1. 60% vegetarian

Mayoritas masyarakat India beragama Hindu dan mereka memiliki larangan untuk mengonsumsi daging sapi. Sapi dipercaya sebagai binatang yang suci karena Dewa Siwa menunggangi sapi. Oleh karena kesuciannya, masyarakat Hindu di India tidak akan membunuh dan makan daging sapi.

India adalah salah satu negara dengan tingkat konsumsi daging sapi terendah di dunia. Sebagian besar masyarakat India memilih untuk mengkonsumsi sayur-sayuran dan menjadi vegetarian. Bahkan di wilayah Bengal bagian barat, setiap sapi mesti punya tanda pengenal.

2. Polusi sangat parah

India juga memiliki masalah polusi udara yang cukup serius. Apalagi di kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai. Asap kendaraan bermotor dan polusi dari industri membuat banyak orang di kota-kota besar memiliki masalah dengan paru-paru mereka. Satu hari berada di pusat kota Delhi atau Mumbai setara dengan merokok 100 batang.

3. Keluarga dengan jumlah anggota terbanyak di dunia

Ziona Chana, seorang pria yang memiliki 39 istri, 94 anak, 14 menantu, dan 33 cucu ini adalah kepala keluarga dari keluarga terbesar di dunia. Mereka tinggal dalam sebuah rumah yang dibangun seperti hotel dengan 100 kamar di desa Baktawng, Mizoram, India. Chana berkata, dia menikahi istri-istrinya karena ingin membantu hidup para wanita di desa tersebut.

4. Kumis bedakan gaji polisi

Polisi di India akan mendapat bonus jika mereka memiliki kumis. Ide ini muncul karena menurut masyarakat India, pria yang berkumis akan terlihat lebih berwibawa dan jantan. Selain itu, kumis juga merupakan ciri khas bagi pria-pria India sejak zaman dulu. Tidak heran, saat kita menonton film Bollywood, pasti polisinya berkumis semua. Polisi India mendapat bonus jika berkumis

5. Coca-Cola buat menggantikan pestisida

Para petani di bagian timur India biasa menggunakan coca-cola dan pepsi untuk menyemprot tanaman mereka karena mereka beranggapan bahwa minuman soda itu efektif menghilangkan hama. Meski begitu, pihak Coca-cola dan pepsi telah membantah bahwa minuman mereka mengandung senyawa kimia yang bisa digunakan ntuk membunuh serangga.

Yang terjadi sebenarnya adalah karena kandungan gula dalam minuman tersebut disemprotkan ke tanaman, maka tanaman mendapat asupan gula yang baik sehingga tumbuh lebih besar dan sehat. Petani menggunakan metode ini karena biaya yang mereka keluarkan lebih murah daripada membeli pestisida.

6. Tingkat perceraian di India sangat rendah

Di India, hampir seluruh pernikahan berjalan dengan baik dan langgeng hingga waktu yang lama. Hanya ada 1 pernikahan yang berujung cerai dalam tiap 100 pernikahan. Dengan rekor itu, India adalah salah satu negara dengan tingkat perceraian paling rendah di dunia.

Banyak penelitian yang mencoba mencari tahu apa resep dari langgengnya usia pernikahan di India. Salah satu penelitian di psychologytoday mengungkapkan bahwa orang-orang di India menikah tidak memilih calonnya sendiri, namun berdasarkan pilihan dari orang tua dan keluarga besarnya.

Sehingga, mungkin saja para pasangan suami-istri ini kemudian mendapat dukungan yang baik dari keluarga mereka dan merasa sungkan jika harus mengakhirinya dengan perceraian.

7. Turis tidak boleh membawa pulang uang Rupee

Sejak tahun 2014, aturan ini mulai dilonggarkan. Turis boleh membawa uang senilai maksimal 25 ribu Rupee saat mengunjungi atau saat meninggalkan India. Sebelumnya, ada aturan ketat yang benar-benar melarang turis membawa uang Rupee masuk dan keluar dari India.

Jika ada yang tertangkap saat nekat melakukannya, turis tersebut bisa dikenai sanksi atas tindakan kriminal.