Ada Apa Dengan BPOM? Awalnya Bilang ‘Kental Manis’ Tidak Mengandung Susu, Sekarang Bilang Begini…

via tribunnews.com

Setelah puluhan tahun, ‘susu kental manis’ yang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia kini tiba-tiba dibuat bingung. Selama ini susu kental manis yang banyak dijual di toko-toko dan menjadi alternatif masyarakat karena harganya cukup murah, kini disebut justru berbahaya karena tidak mengandung susu.

Susu kental manis disebut berbahaya bagi kesehatan karena mengandung banyak gula. Risikonya, bisa menyebabkan obesitas dan juga penyakit diabetes bagi anak-anak di masa yang akan datang. Susu kental manis juga disebut tidak baik bagi kesehatan anak karena sumber energinya berasal dari gula.

Padahal dalam piramida gizi seimbang, susu masuk dalam kelompok bahan makanan sumber protein. Kandungan 8 gram protein setara dengan satu porsi telur, daging, ikan dan tempe.

“Harusnya susu itu bisa memberi protein lebih kurang 8 gram, kalsium sekitar 250 gram. Dan gula yang boleh untuk anak menurut piramida gizi seimbang sekitar satu sampai 2 sendok makan atau setara dengan 26 gram,” kata Rita, dikutip kompas.com.

Namun, belakangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali merilis informasi yang menyebut bahwa susu kental manis mempunyai kandungan susu. Kepala BPOM Penny K Lukito menyatakan, susu kental manis mengandung susu yang dipekatkan sebelum ditambahkan gula yang menjadikannya manis.

“Air (susu)-nya dikeluarkan, di-evaporate, di-condense, dikentalkan kemudian ditambah gula. Jadi lemaknya itu terkonsentrasi terus ditambah gula,” kata Penny saat konferensi pers di Kantor BPOM, Senin (9/7/2018).

Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Baru BPOM Tetty Sihombing mengamini pernyataan Penny. Ia mengatakan, produk susu kental manis dapat dibuat dari susu cair yang dipekatkan atau susu bubuk yang dicampur dengan gula dan sebagainya. Ia menyebutkan, BPOM telah mengatur kandungan gula dan lemak dalam produk susu kental manis agar masih dapat disebut susu.

“Yang harus diikuti dalam persyaratan susu kental manis adalah kandungan lemak susu tidak kurang dari delapan persen, protein kurang dari enam setengah persen,” kata Tetty.

Sementara kandungan gula yang berada di dalam susu kental manis ditujukan sebagai alat pengawet. “Jadi kalau industrinya bermain-main dengan kandungan lemak susu dan protein, dia harus mengatur agar kandungan gula ini berfungsi sebagai pengawet,” ujar dia.

Karena itu, Tetty memgimbau masyarakat agar senantiasa memperhatikan label kandungan gizi sebelum mengonsumsi produk susu kental manis. Sebelumnya, BPOM mengeluarkan Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

Beredarnya surat tersebut menggegerkan masyarakat yang selama ini beranggapan bahwa produk susu kental manis dapat digunakan sebagai pengganti susu dalam memenuhi kebutuhan asupan nutrisi dan gizi. Karena informasi yang beredar berbeda-beda, makanya sebaiknya kita sebagai masyarakat lebih hati-hati.

Loading...