Aduh! Telegram Kembali Berulah, Ada Stiker Vulgar Yang Mempergakan Adegan Intim!

Belum lama ini aplikasi pesan instan Telegram diblok pemerintah karena diduga ada konten-konten yang terkait radikalisme didalamnya. Namun, setelah blokir dibuka, Telegram justru kembali berulah. Telegram kembali menjadi perbincangan karena ditemukan adanya stiker berbau vulgar didalamnya.

Stiker yang disediakan pihak Telegram pun, bisa digunakan oleh para penggunanya. Stiker tersebut dapat ditemukan di telegramhub.net. Berdasarkan penelusuran, dilansir merdeka.com, stiker yang memiliki konten negatif itu disuguhkan secara terang-terangan dan banyak. Terlebih bila mencoba menuliskan kata yang bermakna p*rn*grafi. Bermacam stiker dengan konten p*rn*grafi bermunculan.

Padahal, belum lama ini, founder sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov telah bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Memang dalam pertemuan itu fokus dalam pembahasan konten-konten yang mengarah radikalisme.

Stiker Telegram (Source)

Namun, bukan tidak mungkin, konten-konten berbau p*rn*grafi pun telah dibicarakan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun baru mengetahui adanya konten p*rn*grafi yang terdapat di Telegram. Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan, perihal stiker p*rn*grafi itu sudah ditindak lanjuti ke pihak Telegram.

“Sedang di-follow up ke Telegram,” katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pernah memblokir web based Telegram disebabkan konten-konten di dalam aplikasi perpesanan itu memuat pesan radikalisme. Siasat pemblokiran itu cukup berhasil memancing Pavel Durov untuk datang ke Indonesia dan bertemu dengan Menkominfo.

Namun kini, Telegram kembali berulah dengan lolosnya stiker p*rn*grafi pada aplikasi perpesanan tersebut.