Ampun Deh! Nenek-Nenek ‘Digituan’ Dalam Angkot, Curhatan Cewek Ini Mendadak Jadi Viral

Sebuah status di Facebook yang diunggah oleh akun bernama Novira Andreana sudah dibagikan lebih dari 1.674 pengguna. Ini terkait dengan kisahnya menjadi saksi mata seorang ibu-ibu yang sudah berumur ‘digerepe’ oleh seorang pria diatas angkot jurusan Stasiun Sudimara, Jombang. Jadi, menurut apa yang dilihat oleh Novira, tidak selamanya mereka yang selalu berpakaian mini yang mengelami pelecehan.

“Jadiiiii, tadi pagi, gue menjadi salah satu saksi pelecehan seksual terhadap ibu-ibu yang sudah lumayan tua, berhijab, dan tidak memakai pakaian yang menurut stereotip orang-orang terhadap korban pelecehan seksual ‘oh, pantesan aja dia digituin!’ enggak,” papar Novira dalam kalimat pembuka status Facebooknya, dikutip dari tribunnews.com.

Novira bercerita bahwa pada pukul setengah delapan pagi di dalam angkot jurusan Ciledug-Jombang dengan tujuan akhir Stasiun Sudimara itu dia sedang duduk bersama tiga penumpang lain. Seorang ibu sepuh yang menjadi korban, seorang pria pelaku, dan seorang pria lain yang menurut Novira tidak tahu kejadiannya karena menghadap jendela.

“Nggak lama, gue merasa ada yang aneh, ini kenapa bapak-bapak deket amat ke ibu-ibu duduknya? Terus, tangannya juga keliatan nggak di tempat yang seharusnya,” tulisnya di paragraf ketiga.

“Tangannya atau jarinya, lagi pelan-pelan meraba payudara ibu-ibu tua di depan gue yang kebetulan jeleknya lagi ketiduran,” lanjutnya.

“Gue gemeteran, kaget, nggak tau harus apa, jujur gue takut banget, gue beneran gemeter lumayan hebat.”

Setelah sampai stasiun, Novira memberanikan diri memberi tahu korban karena saat kejadian, korban sedang tertidur.

“Gue kasih lihat foto yang gue ambil (iya, gue diam-diam ambil foto bapak itu) ke ibu itu, dia kaget bukan main sambil bilang ‘ya ampun, kok ada-ada aja sih, aku kan udah nenek-nenek’,” tulis Novira.

Di akhir paragraf, Novira menutup dengan, “Mari sama-sama saling mengingatkan. Mari sama-sama bangun negara kita dengan mengajarkan laki-laki untuk tidak melakukan pelecehan seksual, pelecehan verbal, dan yang lebih parah lagi, pemerk*saan. Karena sudah tidak ada gunanya hanya memberitahu perempuan seperti apa kami harus berpakaian kalau otak laki-laki masih buas.”

Kasus pelecehan dalam angkot (Source)

Tak hanya via tulisan, di akhir status panjangnya Novira menambahkan gambar kejadian.

Komentar netizen (Source)

“gila itumah,” komentar akun bernama Gabriel Sandy Indrianto.