Astaga, Punya 4 Payudara dan 2 Alat Kelamin, Wanita Cantik Ini Malah Ketagihan Digituin

Siapapun dan apapun kondisinya, setiap wanita di dunia ini pasti ingin dilahirkan dalam kondisi normal. Namun, hal itu tidak terjadi pada Blanche Dumas, wanita asal Paris yang terlahir dengan kondisi fisik yang tidak sempurna seperti wanita pada umumnya. Ia dilahirkan dalam kondisi fisik yang unik bahkan cenderung aneh.

Dibilang aneh, karena kondisi fisik yang ia miliki ini mungkin baru pertama kali terjadi di dunia. Ya, Dumas terlahir dengan memiliki tiga kaki. Tak hanya itu saja, ternyata ia juga memiliki dua kandung kemih, 2 perut serta dua vagina. Dan terlebih unik lagi ia juga memiliki tambahan 2 payudara yang berada persis di atas area kemaluannya.

Bahkan tim medis pun tidak bisa menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Namun seperti yang dilansir dari situs tribunnews.com, dengan kelainan tersebut malah membuat Dumas memiliki keunikan lain. Kondisi tersebut malah membuat Dumas jadi memiliki gairah seks yang tinggi. Karena memiliki gairah seks yang tinggi inilah. Dumas mencari pelampiasan hingga menghantarkannya kepada dunia prostitusi.

Source

Dengan memasuki dunia prostitusi ini, Dumas yang seringkali tidak bisa menahan hasrat seksualnya hingga melampiaskannya pada senjumlah pria. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seroang pria yang memiliki hasrat seksuai yang sama dengannya. Pria itu bernama Juan Baptista dos Santos asal Portugis.

Selain sama-sama memiliki gairah seks yang tinggi, ternyata pria ini juga memiliki alat kelamin ganda sama seperti Dumas. Keduanya pun dikabarkan saling jatuh cinta dan sering memuaskan gairah seksual mereka setiap kali bertemu. Jalinan asmara mereka berdua ini membuat Dumas tak lagi menjadi pelacur.

Source

Dia memutuskan untuk keluar dari lembah hitam tersebut dan memilih untuk menikah dengan Juan.

Kelainan Seksual, Apa Penyebabnya?

Istilah paraphilia (kelainan seksual) pertama kali disebut oleh seorang psikoterapis bernama Wilhelm Stekel dalam bukunya berjudul Sexual Aberrations pada tahun 1925. Paraphilia berasal dari bahasa Yunani, para berarti “di samping” dan philia berarti “cinta”.

Definisi mengenai paraphilia menjelaskan sebagai kondisi yang ditandai dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang berulang dan intensif, yang melibatkan objek, aktivitas atau situasi yang tidak biasa dan menimbulkan keadaan distress (stres yang berbahaya) yang meyakinkan secara klinis atau kerusakan dalam masyarakat, pekerjaan atau area fungsi-fungsi lainnya.

Paraphilia terdiri atas sembilan jenis, sebagian besar sudah dikenal di kalangan masyarakat luas.

1. Ekshibisionisme: mempertunjukkan alat kelamin kepada orang yang tidak dikenal untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

2. Fetisisme: umumnya menggunakan benda-benda khas wanita seperti bra, celana dalam, untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

3. Froteurisme: kenikmatan seksual dengan menyentuh dan menggesek-gesekkan ke bagian sensitif orang yagn sedang tidak memperhatikan di tempat yang berdesakan.

4. Pedofilia: aktivitas seksual dengan anak-anak.

5. Masokisme seksual: kenikmatan seksual diperoleh jika secara fisik dilukai, diancam, atau dianiaya.

6. Sadisme seksual: kebalikan dari masokisme, yaitu kenikmatan seksual diperoleh jika menyebabkan penderitaan fisik maupun psikis pada mitra seksual.

7. Fetisisme transvestik: dorongan seksual diperoleh dengan berpikir atau berimajinasi sebagai wanita, mengenakan baju wanita.

8. Veyourisme: kenikmatan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mengganti atau menanggalkan pakaiannya, telanjang, atau sedang beraktivitas seksual.

9. Paraphilia yang tak terdefinisikan, terdiri dari berpuluh-puluh jenis kelainan seksual lainnya, seperti nekrofilia (perilaku seksual dengan mayat), bestialiti (perilaku seksual dengan binatang), dan lain-lain.

Penyebab

Seperti dijelaskan Susan Noelen Hoeksema dalam bukunya Abnormal Psychology, lebih dari 90 persen penderita paraphilia adalah pria. Hal ini tampaknya berkaitan dengan penyebab paraphilia yang meliputi pelampiasan dorongan agresif atau permusuhan, yang lebih mungkin terjadi pada pria daripada wanita.

Source

Penelitian-penelitian yang mencoba menemukan adanya ketidaknormalan testoteron ataupun hormon-hormon lainnya sebagai penyebab paraphilia, menunjukkan hasil tidak konsisten. Artinya, kecil kemungkinan paraphilia disebabkan ketidaknormalan hormon seks pria atau hormon lainnya.

Paraphilia menurut perspektif teori perilaku merupakan hasil pengondisian klasik. Contohnya, berkembangnya bestialiti mungkin terjadi sebagai berikut: Seorang remaja laki-laki melakukan masturbasi dan memperhatikan gambar kuda di dinding.

Dengan demikian mungkin berkembang keinginan untuk melakukan hubungan seks dengan kuda, dan menjadi sangat bergairah dengan fantasi demikian. Hal ini terjadi berulang-ulang dan bila fantasi tersebut berasosiasi secara kuat dengan dorongan seksualnya, mungkin ia mulai bertindak di luar fantasi dan mengembangkan bestilialiti.