Awalnya Senang Dapat Rp 20 Ribu, Kisah Driver Ojek Online Ini Bikin Netizen Geram!

Ojek online menjadi alternatif masyarakat saat ini sebagai alat transportasi murah dan juga mudah. Hanya dengan memesan lewat aplikasi di smartphone, ojek online akan datang di depan rumah dan siap mengantar kemana saja. Tarifnya pun tidak kalah mudah dibanding dengan ojek konvensional yang sering kali menaikkan harga seenaknya.

Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat setiap harinya, tidak heran jika banyak pengguna motor saat ini bergabung menjadi pengojek online. Ada yang hanya sekedar mengisi waktu luang, ada juga yang justru menjadikannya sebuah profesi baru dengan penghasilan yang tidak bisa dipandang remeh.

Sayangnya, dibalik kemudahan, pasti ada saja kekurangan. Selain itu, banyak juga kisah-kisah lucu hingga aneh yang dialami oleh driver ojek maupun pengguna ojek online itu sendiri. Nah, baru-baru ini, netizen dibuat heboh dengan kisah driver ojek yang dipecat karena ulah penumpangnya sendiri.

Driver ini tak bisa mengambil orderan lagi karena customer-nya tega menulis komentar/review negatif atas pelayanan. Padahal, jika dilihat kronologinya, penumpang lah yang bersalah. Belakangan, kejadian serupa kembali terjadi. Kisah ini berawal saat sebuah akun bernama Mat Pelor mengunggah kisah ini di Facebook.

Namun, seorang netizen dengan nama @ndesopetualang menunggah kembali melalui Twitter. Dalam unggahan tersebut sang pria menceritakan tragedi pemecatan driver ojek online ini. Ia mengaku baru saja bertemu dengan seorang bapak tua yang terlihat bingung. Ia pun menanyakan apa yang terjadi pada orang tua tersebut.

Ternyata, bapak tua tersebut mengaku bahwa akun ojek online-nya terkena suspend. Awalnya, si saksi mata mengira bapak tua tersebut terkena suspend karena melakukan online pick up. Namun, sang pria tua mengaku ia terkena suspend karena penumpangnya memberi komentar parah dan memberi bintang 1.

Bapak tua tersebut pun menceritakan kronologi kejadian tragis yang menimpanya. Pada 12 Juni 2017, driver Gojek ini mengambil orderan dari Kampung Rambutan ke Lenteng Agung. Si penumpang memutuskan untuk membayar secara tunai sebesar Rp.14 ribu. Ia mengaku senang karena uang tersebut bisa ia gunakan untuk membeli bensin karena penumpang-penumpang sebelumnya selalu membayar lewat go-pay.

Namun, saat tiba di Lenteng Agung, si penumpang membayar dengan uang Rp 20 ribu. Sang bapak mengaku tak punya kembalian. Ia ingin menukarkan uang, namun tak ada warung di sekitarnya. “Ya udah pak kalau nggak ada kembaliannya nggak apa-apa ambil aja,” ucap si penumpang, sebagaimana dikutip dari tribunnews.com.

Pria tua tersebut merasa bersyukur mendapat customer yang menurutnya baik hati. Tapi, nasib malang pun ia dapatkan keesokan harinya. Saat driver ini ingin mulai online dan mencari penumpang, ia sudah tidak bisa masuk ke aplikasi. Ia sempat mengira ponselnya error, tapi ia segera menuju Kemtim untuk meminta konfirmasi. Ternyata, ia mendapat kabar bahwa akunnya memang sudah terkena suspend karena komentar customer.

Netizen ini pun menunggah screenshoot review yang ditulis si penumpang. “Cari kesempatan dalam kesempitan. Alesan nggak ada kembalian tanpa ada usaha untuk cari dulu kembaliannya. Masa tarif 14 ribu, saya bayar 20 ribu. Kelakuan nih sudah jadi kebiasaan. Nilai uang nggak penting, tapi nilai moral lebih penting.” Terlihat pula bahwa penumpang ini memberi bintang 1 untuk si driver.

Akibat terkena suspend, driver ini harus kehilangan pekerjaannya. Tak hanya itu, uang senilai Rp.1,3 juta yang sudah ia kumpulkan pun ikut melayang. Padahal, bapak tua ini mengaku uang tersebut akan ia gunakan untuk pengobatan sang istri. Unggahan ini jadi viral di Twitter dan telah dibagikan lebih dari 2,2 ribu kali.

Loading...