Awas, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Kanker Serviks, Salah Satunya Bertukar Pakaian Dalam!

Masih hangat jadi pembicaraan mengenai meninggalnya artis dangdut Julia Perez setelah sempat menjalani perawatan cukup lama terkait dengan kanker serviks yang di deritanya. Orang kemudian menjadi ngeri mendengar mengenai kanker serviks yang cukup mematikan itu. Lalu, bagaimana cara mencegah agar terhindar dari kanker serviks.

HPV selalu dianggap hanya berkorelasi dengan kanker serviks dan menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Padahal, HPV juga bisa menyebabkan beberapa jenis kanker, seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker kerongkongan, kanker anus, dan masih banyak lainnya. Salah satu solusi untuk mencegah kanker serviks adalah dengan vaksinasi HPV.

Human Papilloma Virus (HPV) sendiri adalah sekumpulan virus yang menginfeksi manusia pada sel kulit dan membran mukosa, yang paling sering dijumpai di area genital.

Menurut penjelasan Prof. Dr. dr. Andrijono, SpOG (K)., vaksinasi HPV sangat baik dilakukan sejak usia 9 tahun. Untuk anak dengan usia 9-14 tahun diberikan dua dosis, yaitu saat suntikan pertama kali lalu diulangi lagi pada bulan keenam atau satu tahun. Untuk anak di atas 14 tahun vaksin HPV diberikan tiga dosis. Bagaimana cara penyebaran virus HPV? Pelajari paparan berikut:

1. Kontak Kulit

Ternyata HPV tidak hanya menular melalui aktivitas seksual. Perlu diingat, HPV bisa menular hanya dengan kontak kulit dengan penderita. Sentuhan tangan, kemudian masuk melalui mulut, sudah dipastikan kita ikut terinfeksi HPV.

Maka, Andrijono menganjurkan untuk tetap menjaga kebersihan tangan. Cucilah tangan sebelum mengakses mukosa (selaput lendir). Apalagi jika kita menjenguk rekan dengan kanker serviks, cuci tangan dengan cairan sanitasi yang disediakan di rumah sakit atau dengan air mengalir dan sabun.

2. Bertukar Pakaian Dalam

Wanita seringkali bertukar pakaian dalam dengan kakak, adik atau teman. Mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut sebab bertukar pakai pakaian dalam dapat menularkan HPV. Mengapa? “Virus yang ukurannya sangat kecil bisa saja masih tersangkut di sela-sela pakaian dalam. Pakaian dalam sebaiknya privasi, tidak boleh dipinjamkan,” jelas Andrijono.

3. Toilet Umum

Toilet umum dapat diakses oleh semua orang, dan kita tidak mengetahui jika ada penderita juga menggunakan toilet umum. Di closet banyak sekali virus dan kuman yang bisa saja masuk ke tubuh. Karena itu, kita harus waspada. Bersihkan dudukan closet terlebih dahulu menggunakan cairan pembersih atau tisu yang kita bawa sendiri.

Loading...