Balas Dendam Pada Suami, Aku Menyerahkan Diri Pada 4 Pria Sekaligus, Namun Begini Akhirnya!

Rumah tangga Lily dan Kim akhirnya karam setelah diguncang masalah yang sangat dahsyat. Perselingkuhan yang terjadi dalam rumah tangga keduanya berujung pada masuknya Lily ke dalam penjara. Sebagaimana dilansir dari tribunnews.com, seperti ini awal kisah tragis rumah tangga Lily dan Kim yang berujung pada kisah yang sangat menyedihkan.

Tidak lama setelah ikut acara makan bersama di kantor, saya pun mengenal Timmy. Kita panggil saja dia Tim. Sejak acara tersebut, Tim mencari saya di kantor setiap hari. Dia mengajak saya makan bersama dan sering sekali memberi saya bunga. Setelah beberapa saat seperti itu, dia pun dengan beraninya memeluk saya di depan teman-teman kantor dan mengatakan, “Lily, biarkan aku mengejarmu, ya!”

Tidak disangka pada saat itu semua rekan kantor langsung teriak, “Setuju! Setuju!”. Saya pun sangat tersipu malu. Seorang lelaki yang tinggi, tampan, dan gagah berdiri di depan saya, bagaimana saya bisa menolak? Akhirnya saya pun menganggukkan kepala dan menyetujuinya. Semua rekan kerja langsung bersorak bahagia. Hanya dengan begini, saya dan Tim pun mulai pacaran.

Tim benar- benar seorang pria yang baik. Dia sangat perhatian dan romantis. Setiap bersama Tim, saya merasa menjadi wanita paling beruntung sedunia. Selama berpacaran, kami pernah berpelukan dan berciuman. Namun kami tidak melakukan hal yang ‘di luar batas’. Saya adalah wanita yang masih menganut prinsip tradisional, yaitu harus menjaga kesucian sampai menikah.

Beberapa bulan kemudian, saya baru tahu, ternyata gara-gara mengenal saya, Tim pun memutusan hubungan dengan pacar sebelumnya yang sudah dipacari 3 tahun. Mendengar hal ini, saya sedikit merasa bangga. Saya berpikir dalam hati, alangkah beruntungnya menjadi wanita cantik. Terima kasih ayah dan ibu yang sudah memberi wajah yang cantik dan tubuh yang indah pada saya!

Saya pun terus merasa Tim sangat mencintai saya. Demi saya, dia rela melepaskan segalanya. Kenal belum setahun, saya mengatakan kepada ayah dan ibu bahwa saya ingin menikah dengan Tim. Ayah sama sekali tidak komentar. Namun ibu menentang keras. Ibu mengatakan saya belum cukup mengenal Tim. Ibu juga selalu berprasangka kalau Tim adalah pria serakah. Tapi saya sangat marah saat Tim dinilai seperti itu.

“Ibu tahu apa sih? Ibu sama sekali gak kenal Tim! Tim cinta banget kok sama aku. Aku harus segera menikah sama dia. Kalau nanti dia direbut orang lain gimana?”

Ibu pun terdiam dan tidak bisa berkata- kata lagi. Akhirnya pada bulan Mei tahun 2015, saya pun menjadi pengantin yang paling bahagia di dunia. Setelah menikah, kehidupan saya dan Tim pun berjalan dengan lancar, kita sangat lekat dan merencanakan masa depan berdua. Kami berencana untuk menyukseskan karir dulu, 2 tahun kemudian baru ‘buat anak’.

Pada bulan 1 tahun ini, Tim pun berhasil naik jabatan menjadi Manager. Saat ini saya sangat bahagia. Tapi semuanya langsung hancur seketika di hari Jumat pada pekan itu. Ketika istirahat siang, saya pulang ke rumah sebentar untuk ganti baju, tapi siapa sangka ketika masuk kamar, saya melihat suami saya sedang mondar-mandir dengan hanya memakai celana dalam, lalu ada seseorang bersembunyi di balik selimut!

Ketika saya buka selimutnya, ternyata ada seorang gadis telanjang di sana… Saat itu pikiran saya sudah kacau.

“Tim, apa yang terjadi?”

Tidak disangka reaksi Tim sangat tenang, sambil mengisap rokok dia berkata, “Kamu tegang apa sih? Ini tuh saudaraku, hari ini dia sakit. Jadi numpang istirahat di sini.”

Emosi saya tidak bisa dikontrol lagi, “Datang ke rumah, dan istirahat perlu sampai telanjang?”

“Kenapa sih? Dia itu memang terbiasa tidur tanpa pakai baju! Lagian dia emang gak punya baju tidur, kan!” balas Tim dengan nada tinggi pula.

Saya pun tidak bisa berpikir jernih lagi, dalam hati saya hanya terus mengulangi kalimat yang sama. “Tim, kamu tunggu saja. Saya akan balas dendam! Pasti akan balas dendam!” Setelah pulang kerja, hati saya masih kacau. Tiba- tiba saya pun teringat salah seorang teman pria saya bernama Bas. Bas adalah teman saya dari SMA. Dia pernah mengejar saya. Sampai saat ini dia masih bisa mencari saya.

Bas orangnya suka berjudi, berkelahi, tapi untungnya dia masih baik terhadap saya. Akhirnya saya pun mengambil telepon genggam, menekan nomornya dan menelepon Bas. Bas mengatakan saat itu dia sedang bermain judi dengan tiga temannya dan menawarkan saya untuk bertemu lain hari saja. Namun entah kenapa, saya malah menjawab, “Tidak, saya temani kalian main kartu!”

Bas pun tidak bisa melawan dan memberi alamat kedai pada saya. Saya langsung cari Taksi dan pergi ke sana. Sesampainya di sana, saya pun ikut makin kartu sambil minum bir. Saya sangat menderita saat itu, secara tidak sadar, entah sudah berapa botol bir yang saya minum. Saya sudah mabuk, dalam keadaan setengah sadar, saya masih ingat Bas menawarkan untuk antar saya pulang.

Tapi dengan bodohnya, saya malah menjawab, “Tidak mau! Saya mau bersama kalian semua malam ini!” Akhirnya Bas pun membawa kita semua ke suatu kamar untuk istirahat. Sesampainya di kamar, kepala saya sangat pusing, saya masuk kamar mandi, lalu pikiran saya mulai kacau lagi.
“Di depan sana ada 4 laki- laki, pas sekali. Saya bisa balas dendam pada suami saya!”

Saya pun buka baju, menelanjangkan diri, lalu keluar dari kamar mandi. Ternyata keempat pria tersebut masih lanjut bermain judi, dengan kagetnya, mereka menatapi saya! Ya, dengan begini, saya pun memberikan tubuh saya kepada 4 laki-laki semalaman!

Dulu ketika saya belum mengerti cinta, saya sudah pacaran. Ketika belum mengerti pernikahan, saya sudah menikah. Ternyata semua ini hanya menghancurkan seluruh hidup saya! Setelah malam kelam tersebut lewat dan sedang siap- siap pulang ke rumah, tidak di sangka polisi masuk ke dalam kamar dan menyuruh kami semua menunduk.

Kami tertangkap basah main judi, polisi pun memborgol kami, memfoto semua barang bukti dan membawa kami ke kantor polisi. Selama di perjalanan, semua orang menatapi saya dengan tatapan sinis dan merendahkan. Astaga, saya sudah hampir gila! Mengapa semua ini bisa terjadi pada saya? Semua polisi mengatai saya bodoh, apa saya benar-benar bodoh?

Demikian kisah di atas telah mengajarkan kita untuk tidak terlalu terburu-buru dan harus bijak saat memutuskan untuk menjalin hubungan. Tidak semestinya semua kejahatan harus dibalas dengan kejahatan. Semua masalah bisa diselesaikan secara dingin tanpa harus tergesa mengambil keputusan hingga membuat kita menyesal seumur hidup.

Loading...