Butuh Uang, Calon Dokter Lelang Keperawanan Rp 4 Miliar Untuk Bayar Kuliah

Bagi seorang wanita, keperawanan adalah harta yang sangat berharga. Namun tidak demikian dengan Elizabeth Raine, mahasiswa kedokteran berumur 27 tahun yang tinggal di Amerika Serikat. Baginya, keperawanan hanyalah sebuah hal biasa dan dia tidak pernah merasa memilikinya.

“Saya tak memiliki ikatan emosional apapun dengan keperawanan saya dan tak pernah memilikinya, sehingga saya begitu mudah melakukannya,” kata Raine kepada MailOnline yang dikutip dari liputan6.com. Sungguh malang benar ya wanita yang satu ini, masih muda dan cantik tapi cara berpikirnya dangkal.

Maka tidak heran jika Elizabeth Raine rela menawarkan keperawanannya di dunia online dengan harga US$ 400 ribu atau hampir setara dengan nilai Rp 4 miliar rupiah. Menurut Elizabeth Raine, ini adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan uang dengan melelang keperawanannya. Alasan uang memang susah untuk dijelaskan karena semua orang memang butuh uang.

Bahkan demi melancarkan usahanya tersebut, Elizabeth Raine rela membuat sebuah blog khusus bernama ‘Musings of a Virgin Whore’ yang kabarnya dibuat beberapa bulan yang lalu. Elizabeth Raine bahkan mengatakan bahwa dia sangat memahami wanita yang begitu menghargai sebuah keperawanan, namun bagi dia tidak.

Bagi Elizabeth Raine, keperawanan hanyalah hubungan fisik dan tidak lebih dari sekedar bisnis. “Seks adalah seks,” demikian kata Elizabeth Raine. Meskipun begitu, ia mengaku bahwa belum pernah ada laki-laki lainya yang pernah menyentuh bagian tubuhnya. Bahkan melihatnya telanjang pun tidak pernah.

“Saya sudah sering berkencan tapi tidak lebih dari dua atau tiga bulan dan tidak pernah memiliki pacar karena saya tidak pernah memiliki perasaan yang kuat kepada siapapun dan kepada siapa saja yang membuat saya berpikir seks lebih dari tindakan fisik,” demikian kata Elizabeth Raine.

Dia juga mengakui bahwa dirinya memiliki perasaan terhadap pria, namun ia tidak pernah memiliki ikatan secara emosional. Dia lebih suka menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghabiskan waktu bermain bersama teman-temannya, dan itu ia rasa sudah sangat cukup bagi dirinya. Wow!

Loading...