Keren! Di China Akun WeChat Akan Jadi Pengganti KTP, Indonesia Kapan Menyusul?

Ilustrasi

Jika di Indonesia E-KTP masih menjadi polemik, di negara lain seperti China justru sudah jauh melangkah dengan adanya kemajuan teknologi disana. Jika selama ini WeChat hanya digunakan sebagai alat komunikasi di Indonesia, maka di China akun WeChat akan digunakan sebagai pengganti KTP.

Untuk merealisasikan hal tersebut, China menggandeng perusahaan teknologi Tencent, pengembang WeChat. WeChat ID akan berfungsi layaknya KTP digital untuk kegiatan adminitrasi di China yang diakui oleh Kementrian Keamanan Publik China.

Peresmian WeChat ID dilakukan dalam upacara yang diselenggarakan di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, Senin (25/12/2017) lalu. Untuk saat ini, WeChat ID baru diujicobakan di Guangzhou dan direncanakan bisa digunakan di seluruh kota di China pada Januari 2018.

WeChat ID bisa digunakan ketika melakukan autentikasi identitas, seperti pemesanan hotel atau tiket, layanan perbankan dan penggunaan jasa pengiriman. Ada dua versi WeChat ID, pertama adalah lightweight version yang digunakan untuk aktivitas sederhana, seperti mendaftar (sign up) ke warnet.

Sedangkan upgraded version digunakan untuk autentikasi identitas yang lebih aman, seperti transaksi bisnis.

“Tidak perlu menunjukan KTP ketika melakukan registrasi komersil dan industri, karena WeChat ID sudah cukup”, ujar perwakilan pusat pelayanan adminitrasi distrik Nansha di Guangzhou, dilansir dari kompas.com.

Pihak kepolisian juga menegaskan bahwa KTP digital cukup mudah, aman, dan akurat untuk digunakan sebagai informasi. “Terkoneksi dengan wajah pengguna, sidik jari, dan chip KTP fisik, membuatnya (WeChat ID) hampir tidak mungkin untuk dipalsukan”, jelas pihak Kepolisian.

Proyek WeChat ID disebut akan membantu mencegah pencurian identitas secara online. Sebab, teknologi pengenal wajah digunakan untuk memverifikasi identitas pemohon sebelum KTP mereka disetuji.

WeChat ID bukanlah platform aplikasi mobile pertama yang dijadikan sebagai KTP digital. Sebelumnya, Alipay yang merupakan platform pembayaran online, juga membuat sistem serupa, bekerja sama dengan Kantor Keamanan Publik daerah Wuhan di Provinsi Hubei.

Lebih dari 400.000 penduduk telah terdaftar di Alipay. Wah, kapan Indonesia bisa melakukan hal yang sama ya?