Salah Kaprah Masal, Inilah 6 Kesalahan Cara Pakai Celana Dalam Yang Masih Dilakukan Wanita

Celana dalam wanita

Celana dalam adalah salah satu pakaian yang tidak bisa lepas dari manusia. Banyak orang beranggapan bahwa celana dalam hanya sekedar pakaian dalam saja. Namun, fakatnya adalah celana dalam ternyata bisa berakibat buruk bagi kesehatan jika salah dalam memilih celana dalam.

Ahli kesehatan mengatakan bahwa pemilihan celana dalam menentukan kesehatan kita. Dilansir New York Post, seorang dokter kandungan bersertifikat bernama Octavia Cannon mengatakan bahwa banyak wanita lebih mengutamakan model celana dalamnya daripada kesehatan.

Cannon kemudian memberikan 6 kebiasaan penggunaan celana dalam yang salah dan sering dilakukan. Berikut 6 daftar kesalahan tersebut, seperti dilansir dari Grid.ID:

1. Hindari celana dalam jenis Thong

Thong merupakan salah satu jenis celana yang jadi favorit para wanita. Dilansir dari kompas.com, celana Thong sering dikenakan untuk meminimalisir garis pinggir celana dalam. Akibatnya, pantat akan terlihat lebih bagus.

Menurut Cannon, mengenakan Thong bisa berakibat buruk karena Thong bisa menyebarkan bakteri seperti E. coli dari anus ke Miss V. Hal ini memang bisa terjadi karena seperti yang kita ketahui, Thong tidak menutup pantat secara sempurna sehingga bakteri dari mana saja bisa menempel dan menyebar.

2. Pilih celana dalam dari bahan katun

Dibandingkan bahan lain seperti sutra, bahan katun dapat mendukung kulit di area Miss V “bernapas” dan tidak lembab. Katun juga bisa menyerap keringat sehingga kulit tetap kering dan jamur tidak tumbuh sehingga tidak terjadi infeksi dan gatal-gatal.

3. Mengganti celana dalam setelah berolahraga

Suka berolahraga berarti kamu juga harus rajin mengganti pakaian dalam. Ganti pakaian dalam termasuk celana saat mandi setelah berolahraga. Cannon mengatakan bahwa pakaian olahraga yang penuh keringat adalah lahan subur bagi para bakteri. Bakteri dan jamur akan tumbuh subur dan cepat di area lembab dan akhirnya dapat menyebabkan infeksi.

4. Gunakan deterjen tanpa pewangi

Meskipun harum, namun Cannon menyarankan para wanita untuk menghindari jenis deterjen ini. Penyebabnya? Cannon mengatakan bahwa deterjen wangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Jadi sekarang pilih deterjen yang tepat untuk pakaian dalammu ya.

5. Jangan pakai celana dalam yang sudah tak muat lagi

Punya celana dalam favorit tapi sudah nggak muat lagi? Jangan dipaksakan! Celana dalam yang sudah nggak muat akan meninggalkan bekas di kulitmu. Dampaknya serius banget loh. Kulit atau Miss V bisa terkena infeksi atau ruam kemerahan yang tentunya sangat tidak nyaman dan sakit.

6. Jangan pakai celana dalam lebih dari sekali

Sama seperti 5 hal di atas, menggunakan kembali celana dalam yang sudah pernah digunakan sama sekali tidak disarankan. Termasuk pemakaian celana dalam yang dibalik dari luar juga tidak disarankan. Celana dalam kotor dapat membawa bakteri, jamur, keringat dan dapat menimbulkan infeksi.