Sebelum Dibakar Hidup-Hidup di Kebun Jati, SPG Cantik Ini diajak Pelaku Begituan di Hotel

Tewasnya seorang SPG cantik yang dibunuh oleh teman kencannya mendadak bikin heboh. Wanita cantik bernama Ferin Anjani (21) ditemukan hangus terbakar di sebuah hutan jati di Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora 1 Agustus lalu awalnya tidak diketahui identitasnya karena sudah hangus.

Jasad korban yang sudah sulit untuk dikenali itu awalnya ditemukan oleh warga dalam kondisi mengenaskan. Karena kondisinya yang sudah tidak bisa dikenali, mayat wanita itu pun dimakamkan di kompleks RSUD dr Soetijono Blora, Jumat (3/8/2018) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Polisi yang terus melakukan penyelidikan akhirnya menemui titik terang dan diketahui bahwa mayat wanita itu adalah Ferin Diah Anjani (21), warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jateng dan berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG).

Tidak lama, pelaku pembunuh Ferin Anjani pun akhirnya tertangkap. Pelaku berinisial KAW (30), warga asal Kunduran, Blora. Dia ditangkap di Semarang. Pelaku yang tinggal di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang, ini berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang, Jateng.

Pelaku pun sudah mengakui perbuatannya telah menghabisi korbannya dengan cara dibakar hidup-hidup. “Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar,” kata Saptono, dikutip dari merdeka.com.

Beberapa jam sebelum kejadian, ternyata pelaku dan korban janjian untuk ketemu di sebuah hotel di Semarang. Keduanya kemudian melakukan hubungan suami istri, setelah puas, pelaku lalu menganiaya korban hingga tak sadarkan diri karena ingin menguasai harta korban diantaranya perhiasan.

“Pelaku kemudian membawa korban menuju kawasan hutan di Blora dengan mengendarai mobil Honda Jazz pinjaman. Korban dibekap, diikat tangan dan kakinya. Nah, di lokasi kejadian, korban yang masih hidup disiram bensin satu liter dan dibakar. Setelah dipastikan tewas, pelaku kabur,” terang Saptono.

Loading...