Seram Banget! Ratusan Remaja Tewas Bunuh Diri Gara-Gara Permainan Ini, Orang Tua Wajib Waspada

Skip Challenge dianggap sebagai salah satu permainan yang paling berbahaya. Namun, ternyata masih ada lagi permainan yang bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan skip challenge dan bahkan telah memakan banyak korban jiwa.

Permainan baru itu adalah Blue Whale Challenge. Permainan ini bahkan telah menyebabkan sekitar 130 remaja bunuh diri di Rusia. Permainan tersebut mengharuskan pemainnya untuk melakukan rangkaian tantangan yang bisa mencelakai diri sendiri.

Permainan yang beredar luas di media sosial ini mengharuskan para pemain melakukan tantangan selama 50 hari penuh. Dilansir dari brilio.net, semua tantangan sifatnya menyiksa peserta, baik secara fisik maupun mental.

Mulai dari menonton film horor seharian, mengukir bentuk paus di tangan dengan alat tajam. Di hari terakhir, biasanya peserta diminta untuk naik ke gedung tinggi dan lompat. Dari investigasi pihak berwajib, mereka menemukan bahwa para remaja itu saling kontak di media sosial.

Tak hanya di Rusia, rupanya permainan berbahaya ini sudah menyebar di negara-negara Eropa lainnya. Mereka juga dihasut untuk melakukan bunuh diri karena telah diyakinkan bahwa mereka hidup dalam ketidaksempurnaan. Misalnya telah menjadi cewek yang gendut atau cowok yang pecundang.

Hasutan tersebut dilakukan oleh seseorang atau sekelompok yang disebut sebagai admin dari permainan ini. Polisi menyatakan bahwa admin itu sangat mengetahui psikologis remaja sehingga banyak remaja yang mengikuti perintahnya untuk melakukan permainan berbahaya tersebut.

Pada satu kejadian, dua remaja pria ditangkap pihak Kepolisian karena merekam aksi bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu gadis. Menurut media setempat, tantangan diberi nama Blue Whale karena dianggap sesuai dengan perilaku ikan tersebut, yakni mendamparkan diri ke pantai untuk mati.

Beberapa gadis yang tewas diketahui juga mengunggah foto Paus Biru pada akun media sosialnya beberapa jam sebelum bunuh diri. Wah, orangtua harus lebih waspada terhadap komunitas atau permainan yang diikuti oleh sang anak sekarang ya. Jangan sampai kecolongan.