Suami Diam-Diam Masuk Kamar, Blep! Istri Banjir Darah di Samping Tiga Anaknya

Suami macam mana ini yang tega melakukan hal mengerikan pada istrinya sendiri? Seorang istri bernama Khoiroh,35, tewas bersimbah darah setelah dadanya ditusuk oleh suamnya sendiri pada Sabtu 24 Juni 2017. Wanita dengan tiga anak itu adalah warga Desa Karangjambu Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.

Kejadian mengerikan itu bermula saat Khoiroh sedang tertidur lelap di kamarnya bersama ketiga anaknya. Tiba-tiba, pelaku yang sudah pisah ranjang dengan korban masuk ke kamar korban. Pelaku masuk dari pintu belakang secara diam-diam.

Tanpa basa-basi pelaku langsung menikam tubuh korban dengan sebilah pisau. Aksi tersebut diketahui salah satu anaknya yang langsung berteriak meminta tolong. Teriakan anak korban membangunkan seisi rumah yang langsung berlarian menuju sumber suara. Sementara pelaku berupaya melarikan diri.

Beruntung aksinya diketahui warga, sehingga dapat diamankan. Bahkan pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga. Ahmad Rojikin,64, ayah korban menuturkan, Khoiroh baru seminggu tiba di rumah setelah mudik dari perantauannya.

Sesaat sebelum kejadian, korban bersama ketiga anaknya tidur dalam satu kamar. “Mungkin anak-anaknya kangen,” tuturnya, dikutip dari JPNN.com

Dia cerita sekitar pukul 05.00 mendengar teriakan salah satu anak korban. Sehingga dirinya langsung bangun dari tempat tidur dan menuju ke sumber suara. “Ternyata anak saya sudah tergeletak bersimbah darah,”katanya.

Menurut Rojikin, pelaku diduga berinisial IMA yang merupakan suami korban. Pelaku dengan korban sudah pisah ranjang sejak 3 bulan lalu. Rojikin tidak menyangka bakal terjadi peristiwa tragis tersebut. “Sepertinya pelaku cemburu dengan korban, sehingga melakukan perbuatan keji ini,” ucapnya.

Kasus itu saat ini dalam penanganan jajaran Polres Tegal. Untuk kepentingan penyelidikan, jazad korban dibawa ke RSUD dr Soesilo Slawi Kabupaten Tegal. Sementara pelaku yang sempat menjadi bulan-bulanan warga mengalami luka cukup serius. Akibatnya pelaku juga terpaksa dilarikan ke RS yang sama.

Loading...