Sudah Dilarang Ahok, Saur On The Road Akhirnya Makan Korban, Ini Kata Sndiaga Uno

Jauh-jauh hari mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah melarang adanya SOTR (Saur On The Road) di Jakarta karena justru bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Bukannya mendapat dukungan, larangan Ahok itu justru mendapat perlawanan dari sejumlah pihak, salah satunya Fahira Idris.

Pak @basuki_btp saya himbau Anda untuk TIDAK MELARANG SAHUR ON THE STREET, CUKUP HIMBAU MEREKA UNTUK TIDAK NYAMPAH SAJA LAH,… Siapa pun yang melarang kegiatan Sahur on the street di wilayah #Indonesia akan berhadapan langsung dengan saya…..” tulis Fahira melalui akun Twitter-nya, Rabu (17/6/2015).

Kini, larangan Ahok itu jadi kenyataan dengan terjadinya tauran hinggah jatuh korban. Kini sang wakil gubernur terpilih Sandiaga Uno pun ikut berkomentar soal adanya SOTR itu. Setelah melihat adanya korban, ia pun lebih menyaraknkan untuk SOTR sebaiknya tidak dilakukan dengan berkonvoi di jalan-jalan.

“Saya sampaikan sahur on the road itu apa misinya? Kalau sosial atau bagikan makanan sahur kepada orang yang belum beruntung bisa dilakukan dengan kegiatan yang aman terencana dan tidak usah melibatkan konvoi yang tidak kondusif,” kata dia, dikutip dari republika.co.id, Selasa (20/6/2017).

Sandi mengingatkan siapapun untuk tetap menjaga ketertiban. Kegiatan SOTR sebenarnya positif dan bermaksud mulia. Namun, jika pihak-pihak tertentu maupun individu tak bisa menjaga ketertiban, Sandi menyarankan agar bekerjasama dengan lembaga sosial agar lebih terarah. “Saya imbau SOTR itu tertib. Kalau tujuannya sosial ya kerjasama dengan lembaga sosial saja itu lebih baik dan tepat sasaran,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah pemuda terlibat perkelahian saat melakukan sahur on the road di sekitar SPBU Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017) pagi tadi. Polisi pun mengamankan sejumlah orang yang turut dalam tawuran tersebut. “Patroli kita kan ada di sekitar istana, kami langsung meluncur ke tempat kejadian. Kami amankan empat orang,” ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Suyudi Ario Seto.

Suyudi mengatakan dua dari empat yang diamankan membawa senjata tajam. Dia menyebutkan seorang membawa golok dan satu lainnya membawa cukilan es.

Loading...