Wow! Pohon Pinus Berumur 1230 Tahun Ditemukan di Taman Nasional di Italia!

National Geographic/Gianluca Piovensan (Via Grid.ID)

Memiliki umur panjang hingga ratusan tahun merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Tapi, jika dibandingkan dengan pohon ini, umur manusia yang hanya sampai ratusan tahun bukanlah hal yang luar biasa. Bayangkan, umur pohon ini lebih dari 1000 tahun!

Pohon ini berdiri kokoh di sebuah taman di Italia. Pohon ini adalah pohon pinus yang usianya kabarnya mencapai 1230 tahun! Sebagaimana dilansir dari Grid.ID, melansir National Geographic tanggal 25 Mei 2018, Para ilmuwan menentukan usia dari pohon pinus Heldreich yang dijuluki Italus.

Penentuan usia pohon pinus itu menggunakan kombinasi baru analisis cincin pohon dan penanggalan radiokarbon. Peneliti dari University of Tuscia yang melakukan survei lapangan di Taman Nasional Polllino Italia, menemukan pohon panjang umur tersebut.

Pohon berusia 1230 tahun itu menjadi pohon tertua di Eropa. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Ecology. Pemeriksaan menunjukkan bahwa pohon itu memiliki lonjakan pertumbuhan dalam beberapa dekade terakhir.

Meskipun banyak pohon di wilayah Mediterania mengalami penurunan pertumbuhan, pohon pinus itu terlihat memilki banyak cabang yang tumbuh. Penemuan tak terduga ini menunjukkan bahwa beberapa pohon dapat bertahan selama berabad-abad bahkan ketika mengalami perubahan iklim ekstrim.

Pinus kuno ini, misalnya, akan berkecambah dalam periode dingin selama Abad Pertengahan dan kemudian hidup melalui suhu yang jauh lebih hangat, termasuk periode kekeringan. Gianluca Piovesan dari Universitas Tuscia dan rekan-rekannya menemukan pinus Heldreich tua itu di lereng curam, berbatu tinggi di pegunungan Taman Nasional Pollino.

Ketika ditemukan, pohon itu tampak sangat tua. Tim peneliti segera menyadari bahwa menentukan usia pohon pinus itu tidak akan sesederhana dengan membaca cincin tahunan yang ada di batang pohon.

Cincin tahunan adalah pola garis melingkar yang mengikuti badan batang pohon yang dapat kita lihat saat batang pohon tersebut ditebang. Cincin tahunan tersebut biasanya terlihat berpola dengan warna cokelat gelap dan terang secara bergantian.

National Geographic/Gianluca Piovensan (Via Grid.ID)

Nah pola itulah yang kita gunakan dalam penentuan usia suatu tanaman. Pasalnya, bagian tengah pohon, yang berisi cincin paling tua, hilang. “Bagian dalam kayu itu seperti debu, kami tidak pernah melihat yang seperti itu,” kata anggota tim Alfredo Di Filippo.

“Setidaknya ada 20 sentimeter kayu yang hilang, yang mewakili banyak tahun,” lanjutnya.

Walau batang tubuh pohon tak bisa dibaca cincinnya, tapi akar pohon itu dalam bentuk yang lebih baik. Sehingga tim peneliti memutuskan untuk mengungkap umur pohon menggunakan metode baru yang menggabungkan beberapa teknik yang ada.

Meskipun batang dan akar pohon menghasilkan cincin tahunan, mereka dapat berkembang pada tingkat yang berbeda sehingga tidak mudah untuk menghubungkan pertumbuhan keduanya. Namun, sampel penanggalan radiokarbon dari akarnya yang terbuka memungkinkan para peneliti untuk menentukan kapan pohon berkecambah.

Tim ini kemudian mampu melakukan silang-lingkaran pertumbuhan cincin di akar dan sampel batang untuk mengungkapkan cincin tahunan yang hilang dari batang pohon. “Dengan menggabungkan kedua metode ini, kami dapat menetapkan kerangka waktu jauh lebih tepat,” kata Piovesan.

Loading...